Nupho

The Vanishing Newspaper

Posted on: December 10, 2008

Era media cetak di zaman digital ini suram. Banyak ramalan menyebutkan, media cetak akan musnah dan menjadi sejarah. Philip Meyer, penulis buku “The Vanishing Newspaper”, meramalkan koran terakhir terbit pada April 2040.Penelitian AC Nielsen menyebutkan oplah media cetak turun sementara konsumsi media digital justru naik. Oplah koran turun 4 persen, majalah 24 persen, tabloid 12 persen. Sementara, penonton televisi naik 2 persen dan pengakses internet naik 17 persen. Selanjutnya, dari sisi karakteristiknya, media cetak dinilai sudah tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan masyarakat yang serba cepat. Distribusi media cetak terkendala faktor geografi, sementara internet meruntuhkan batas-batas tradisional itu.

Berikut ini bab-bab dari buku The Vanishing Newspaper

  • Bab 1 The Influence Model (Pengaruh Model)

Meyer diawali oleh oleh banyak orang sebelumnya bekerja pada teori bahwa koran adalah “dalam pengaruh bisnis,” bukan berita atau informasi bisnis. Ia bergantung pada sebuah bisnis yang disebut argumen Pengaruh Model (kepentingannya oleh mantan eksekutif Knight Ridder Hans Jurgensmeyer), yaitu : Kualitas jurnalistik meningkatkan kredibilitas dan pengaruh sosial, yang pada gilirannya mengatur sirkulasi dan profitabilitas.

  • Bab 2 How Newspaper Make Money (Bagaimana Koran Menghasilkan Uang)

Banyak telah ditulis mengenai budaya risiko-benci koran dan bagaimana itu terkunci ruang berita menjadi kehilangan dari siklus defensif pengambilan keputusan. Philip Meyer memberitahu kepada kita bagaimana budaya yang akan datang: Surat Kabar adalah korban dari “sejarah uang mudah (easy money).” Dalam bab kedua dari Vanishing Newspaper, Meyer’s menjelaskan dari “budaya uang mudah” keduanya adalah membritahukan dan menuntut.

  • Bab 3 How Advertiser Make Decisions (Bagaimana Pengiklan Membuat Keputusan)

Dalam bab ketiga buku baru Philip Meyer, the Vanishing Newspaper, Profesor University of North Carolina menggunakan “akuisisi” Poynter dari Romenesko pada tahun 2000 untuk mengilustrasikan bagaimana konten yang kuat – dalam hal ini berarti menarik untuk target penonton jurnalistik — dapat membuat pengaruh.

  • Bab 4 Credibility and Influence (Kredibilitas dan Pengaruh)

Ber-jurnalistik – atau sebagai kolega mengatakan, mengomit jurnalistik – sangat berbeda dengan memahamani jurnalistik. Yang sama jelas dengan yang berbunyi tidak melihat perbedaan, atau bahkan mencari itu, selama tahun bekerja dan menjalankan koran.

  • Bab 5 Accuracy in Reporting (Keakuratan dalam Pelaporan)

Berita menyedihkan terdapat di bab keempat buku ini, “The Vanishing Newspaper, Saving Journalism in the Information Age,” tidak ada kesalahan koran yang rawan – yang telah diakui untuk beberapa waktu – tetapi sumber berita yang beriman biasanya beralasan bahwa kesalahannya adalah wartawan yang tidak memahami mata pelajaran yang di laporkan.

  • Bab 6 Readability (Keterbacaan)

Dalam bab terakhir dari “The Vanishing Newspaper,” Adalah belajar bahwa wartawan terlalu bisu pada berbagai sumber. Dalam Bab 6 ini ditemukan bahwa surat kabar terlalu pintar untuk mereka. Bicara tentang sebuah teka-teki yang terkutuk.

  • Bab 7 Do editors Matter? (Apakah Redaksi Berarti?)

Tantangan ditemui dalam bab ini adalah dia mencoba untuk merangkum dan di kali mengkritik, kesimpulan itu muncul tanpa terkesan mewah. Mukadimah (preamble) yang diperlukan karena sekali lagi menyingkat menyingkat analisis Meyer dipotong menjadi deklarasi. Isi dari sebuah surat kabar mungkin tidak berarti suatu hal yang akan datang untuk sirkulasi.

  • Bab 8 The Last Line of Defense ( Garis Pertahanan Terkhir)

Ada “curang udara” di ruang berita koran dan itu yang dipancarkan dari copy desk. Sesuatu untuk menentukan apakah perhatian untuk ejaan dan tata bahasa ada pada sebuah surat kabar mempengaruhi kualitas, sehingga keberhasilan di pasaran, Philip Meyer membantu mendesain sebuah survei yang diukur dengan sikap salinan editor di 169 koran US.

  • Bab 9 Capacity Measures (Ukuran Kapasitas)

Semua editor dan wartawan ingin menempatkan lebih percaya bahwa badan di ruang berita berarti melakukan jurnalistik yang lebih baik bagi pembaca.

  • Bab 10 How Newspapers were Captured by Wall Street ( Bagaimana koran yang diambil oleh Wall Street)
  • Bab 11 Saving Jurnalism ( Menyimpan Jurnalisme)
  • Bab 12 What We can Do ( Apa yang Bisa Kita Lakukan)

Philip Meyer seharusnya telah berhenti ketika dia akan datang.. Dalam hal ini, akhir bab, Meyer mengatakan, “Sudah saatnya untuk berpikir tentang hal-hal yang kami dapat dilakukan di lapangan sementara perjuangan berita media tradisional untuk bertahan hidup.”

Advertisements
Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: